MAJELIS MUDZAKARAH

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya, shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw.

Islam berkembang dengan dakwahnya, sehingga syari’at yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw terpelihara sampai akhir zaman. Sebagai makhluk yang mengabdikan dirinya kepada Allah Swt, kewajiban generasi penerus adalah menjaga keberlangsungan syari’at untuk  terus terpelihara dan terjaga. Maka estafeta perjuangan dakwah Islam mesti dipelihara dengan keberanian, perjuangan dan kesungguh-sungguhan yang semuanya mesti didasari atas dasar Ilmu. Allah swt berfirman :

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ [التوبة: 122]

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Istiqamah merupakan yayasan dakwah, kiprahnya sampai kepada seluruh pelosok negeri di tanah air, hal ini menunjukkan adanya andil pada tokoh-tokoh aktivis muslim di Istiqamah yang memperjuangkan dan membela ajaran Islam dalam dakwahnya. Khusus di Jawa Barat sikap tegas dan keistiqamahan  para ulama yang berdakwah di Istiqamah menjadikan masjid Istiqamah sebagai masjid bersejarah dalam membela dan memperjuangkan Islam. Ketika disebut masjid Istiqamah maka yang terbayang adalah sosok ulama-ulama kharismatik seperti KH. Rusyad Nurdin, Buya Zainuddin Sulaiman, KH. Mu’thi Nurdin, KH.Bustami Darwis, KH. EZ. Muttaqin, KH. Isa Anshary, sampai tokoh nasional Buya Muhammad Natsir.

Pada Tahun 2016 ketua Yayasan Istiqamah Ir. H. Bambang Pranggono dengan ketua bidang Kemasjidan dan Dakwah, H. Nana Sudjana. BE. S.Sos, menyepakati perlunya sebuah wadah yang khusus menjawab terhadap permasalahan-permasalahan umat, sekaligus mengkaji turats sebagai upaya kaderisasi ulama. Maka dibentuklah Majelis Mudzakaroh Istiqamah (MMI) dengan mengoptimalkan generasi muda yang berminat untuk mengkaji ranah keilmuan Islam. Diharapkan melalui wadah ini Istiqamah  memiliki “Warna” tersendiri dalam menyikapi permasalahan umat berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.

 

TUJUAN

“Menjawab permasalahan umat dan mengkader mujtahid yang berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah“

 

PROGRAM KERJA :

  1. Kajian Rutin dan terjemah kitab

Turats atau Kajian, Pengkajian Musthalah hadits, Ushul Fiqih dan kitab-kitab fiqih, Setiap Senin, Pukul : 13.00 – 16.00

  1. Mubahatsah

Mengkaji beberapa masalah dalam satu semester atau (6 bulan)

  • Sa’i ba’da thawaf Ifadhah
  • Kepemimpinan dalam Islam, seandainya minim pemimpin ideal
  • Bolehkah ada pengumuman ba’da / qobla jum’at atau ied
  • Hukum menutup jalan pada saat I’dain
  • Hukum menghadiri undangan non muslim
  • (Tema lain yang krusial, masukan dari jamaah dan pengurus Yayasan istiqamah)
  1. Pembukuan terjemah Kitab Musthalah hadits dengan judul buku ‘al-Hadits  an-Nabawi’ karangan Muhammad ash-Sibagh
  2. Pembukuan hasil mubahatsah Majelis Mudzakarah Istiqamah
  3. Layanan konsultasi agama
  4. Menginfentarisir buku perpustakaan yayasan istiqamah